Di sebuah sekolah, seorang puteri bintang film terkenal diminta ibu guru
menulis cerita tentang sebuah keluarga miskin. Beginilah cerita yang
ditulisnya:
"Pada zaman dahulu kala adalah sebuah keluarga miskin. Di mana maminya miskin, papinya miskin, anak-anaknya miskin."
"Tak hanya itu babunya juga miskin, supirnya miskin. Tukang kebunnya
miskin, penjaga malamnya miskin. babby sitternya miskin. Semuanya
miskin-miskin..."
Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam
Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine
ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab
suaminya. Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado.
Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu
perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: "Arti-arti Mimpi".
Kereta api berhenti di stasiun Karawang sebelum melanjutkan
perjalanannya. Pak Urip menjulurkan kepala lewat jendela. Seorang anak
kecil berdiri dekat jendela. "Jang, jang, jang " panggilnya.
Anak itu mendekat. Pak Urip mengulurkan uang seribu rupiah, "Minta
tolong di belikan dua potong roti, satu untuk kamu," katanya. Si anak
pergi namun lama baru kembali sambil mengunyah roti. Ia mengembalikan
uang lima ratus rupiahnya.
"Pak, roti yang ini tinggal satu-satunya di warung. Jadi terpaksa saya
beli. Kembaliannya ini buat Bapak," katanya. Lalu ia sambil mengunyah
roti pergi meninggalkan bapak Urip.
Cerita Lucu Adi pulang pagi dari kerjanya dan mendengar bunyi aneh dari kamarnya.
Ia lari keatas dan menemukan istrinya telanjang di kasur, berkeringat
dan terengah-engah. "Ada apa?" tanya Adi. "Aku terkena serangan
jantung," teriak istrinya.
Ia lari kebawah untuk menelepon, persis ketika ia mulai memencet nomor,
anaknya yang berumur 4 tahun datang dan berkata, "Papa! Papa! Paman Doni
bersembunyi di lemari dan dia nggak pake baju."
Adi membanting telepon dan berlari keatas melewati isrinya yang
berteriak-teriak, dan membuka pintu lemari. Dan disana memang benar,
saudaranya bersembunyi, telanjang bulat dan ketakutan disudut lemari.
"Tak berperasaan," teriak Adi. "Istriku kena serangan jantung dan kamu
malah lari telanjang nakutin anak kecil!"